Parah, Acara TV Korea Tampilkan Gambar Nabi Muhammad SAW

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA -  Program reality show Korea Selatan, Those Who Cross the Line, mendapat kecaman dari umat Islam dunia. Acara ini dikecam karena menampilkan ilustrasi gambar Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam.

Tak hanya itu, isspi show yang tayang di MBC ini juga menampilkan bendera Israel di atas Dome of the Rock. Hal itu menimbulkan protes dan juga kecaman dari umat Islam. Pemirsa yang marah menunjukkan setiap detail yang tidak pantas ditayangkan dalam episode tersebut.

Mereka menuntut permintaan maaf dari MBC. "Jika kalian tidak tahu tentang Islam, jangan membahasnya," kata salah satu warganet yang mengajukan kecaman terhadap tayangan tersebut. 

"Bagi umat Muslim dilarang menampilkan Nabi Muhammad dan juga nabi lainnya dalam gambar apapun," ujar warganet lainnya. Besarnya gelombang protes dan yang mengecam di media sosial, pihak produksi langsung meminta maaf atas kelalaian mereka pada Senin, 11 Juni 2018.

Kru produksi mengaku menerima banyak komentar terkait penggunaan gambar Nabi Muhammad dan juga bendera Israel. MBC meminta maaf dengan menggunakan tiga bahasa yakni, Korea, Inggris dan Arab.

Permintaan maaf tersebut di-posting melalui Twitter dan media sosial lainnya.  Ini adalah kru produksi Those Who Cross the Line, MBC. Beberapa gambar dalam episode Jordania-Israel. Kami meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada umat muslim dan penonton yang lainnya," kata perwakilan kru produksi seperti dilansir dari Allkpop.

  Mereka berjanji akan lebih hati-hati untuk memeriksa dan memerhatikan bagian-bagian paling rinci serta konteks keseluruhan, sehingga penonton yang datang dari latar belakang budaya yang berbeda tidak tersinggung. 

"Sekali lagi, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus," katanya. Meski sudah meminta maaf, MBC tetap menerima protes dan kecaman dari Muslim. Mereka tidak terima karena dalam permintaan maafnya dalam Bahasa Inggris dan Korea, mereka masih menyebutkan Israel, sedangkan yang di bahasa Arab, Israelnya dihapus.

“Apakah Anda sedang bercanda? Apakah Anda meminta maaf dengan menghapus kata Israel hanya dalam surat yang berbahasa Arab saja? Apakah Anda pikir kami bodoh dan kami tidak mengerti bahasa Korea dan Inggris? Memalukan, kalian pikir kami bodoh!,” kata yang lainnya. (hy/ase)

Berita Terbaru

Index Berita